February 8, 2010

Ikatan suami - istri

Kan baru aja ya gw cerita kalo belm sakit di postingan ini. Nah nah.. Setelah Belm sembuh, sekarang giliran gw yang sakit. Penyakit yang persis sama kayak Belm.

Waah ribet ya.. Padahal selama belm sakit bisa di bilang dia cukup menjauh looh.. Tidur dengan aksi punggung. Dan gw juga gak di sentuh *hehe ngeres deh*. Tapi ya namanya juga udah ikatan suami istri yah. Gw mungkin di kasih kesempatan untuk ngerasain apa yang belm rasakan dan Belm juga di minta untuk menjadi suster *bukan keramas* yang baik yang jagain gw seperti yang gw lakukan buat dia kemarin.

Hmm..so far we are a good team.. He completes me, and me complete him. Ya kalo berantem - berantem dikit wajar kali yah. Karena kita dulunya dua, dan harus menjadi satu.. And of course, we need to adapt on that situation.

Setelah semua mimpi pasca newly wed mulai redup. And we back to real marriage life. Better financial management (gak bisa semena-mena pakai uang ampau buat hura-hura lagi), to achieve our future joint dreams which sometimes kita bisa punya mimpi yang jauh beda dan berlawanan satu sama lain, different opinions toward one problem and the most important thing: better quality time management. Dia sibuk, so do I. Kadang-kadang sabtu minggu gw masuk, dan belm juga banyak event di luar kota pas weekend. Sedih.. Yap sometimes..kecewa lah ya.. Since gw sama belm expect so much to have quality time on weekend. Weekday kita cuma ketemu malem aja, dengan kondisi yang masing - masing udah cape banget. Tinggal tidur bles..pagi, gw udah jalan sebelum dia selesai mandi.

Tapi yaa.. Dari semua itu, gw semakin belajar mendalami belm, ya itu pola pikirnya, semua considerationnya, prioritynya, and I belive belm as well. Jangan lupa juga yang paling penting itu komunikasi. Omongin aja walaupun pahit. Jangan suka di tahan - tahan. Kita juga sepakat untuk selalu ngomongin apapuuun. Whether it is good or bad. Kita terikat jadi suami istri.. Walaupun dari background yang berbeda, tapi kita kemudian adalah satu, buang jauh - jauh itu ego kita. Kasih space pasangan masing - masing. We do really need "me-time" sometimes. Saling support, penting banged.

Jadi ingat, kata-kata bapak penghulu saat konsultasi pra - nikah. Bagaikan dalam perahu, belm sebagai suami adalah nahkodanya, while gw adalah asistennya. Segala air tenang, cuaca cerah sampai badai, harus kerjasama untuk bisa melewati semua itu. That's the beauty of marriage life.

And remember: " dibalik kesuksesan seorang laki - laki, ada peran dari seorang wanita" .

I love u belm sayang.. :)

-riska yang lagi sentimentil karena sakit :)

4 comments:

Belm Mardiansyah said...

Sayang makasih ya dah ngerawat aq slma sakit kemarin,tp maaf ya kamu jadi ketularan,skrng gantian aq akan rawat kamu dengan baik :), aq sayang bgt kamu

Riska Sabrina said...

I loph u pul dear :) maaciy yaaa

Paestina said...

Subhanalllah, begitu ya mba ris?
jadi inget kata-kata nya mario teguh di twitternya, kalo suami ibarat kepala di sebuah tubuh, sementara istri merupakan lehernya. jika kepala yang sakit, leher masih bisa bekerja, namun jika leher yang sakit, kepala bahkan tidak bisa bergerak.
semoga Allah senantisa mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan, yaa...
-Lesty-

Riska Sabrina said...

Amin.. Terima kasih ya Lesty..

Terlalu sempit orang yang menikah karena harta, sex, atau status. Karena being married is more than that. Menyempurnakan sebagian agama kita. Banyak belajar tentang kehidupan, lebih sabar, pengertian, memaafkan..dan masih banyak lagi.

Enjoy aja :) banyak ladang amal yang bisa dipetik.

Lesty kapan nih tanggalnya?

Semoga Lesty dan pasangan juga di jadikan oleh-Nya, Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah.